Tak Dapat Hak Pilih, Warga Tionghoa: Kami Bukan Orang Cina, Kami Orang Indonesia, Hidup-Mati Kami di Indonesia


Beritauntukanda – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang di selenggarakan pada tanggal 15 Febuari 2017, mengandung banyak tanda tanya. Pasalnya di daerah Jakarta dan sekitarnya banyak warga yang belum dapat hak mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di daerahnya. 

Alasanya beragam mulai dari surat suara yang habis, harus menggunakan tanda pengenal (KTP) tapi setelah di berikan KTP tidak juga bisa mencoblos, menunggu antrian hingga berjam-jam tapi tidak juga bisa mencoblos. Sampai harus membawa Kartu Keluarga (KK) untuk mencoblos.

Petugas TPS juga memberikan saran untuk berpindah tempat (lokasi) ke TPS lain, tapi hal sama juga diterima oleh warga yang ingin mencoblos. Seperti kejadian aneh di TPS 28 Cilandak Barat. kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan di sana ada petugas TPS yang menyimpan surat suaranya, dengan cara memberikan informasi kepada warga bahwa surat suara tinggal 16 surat, dan meminta warga untuk berpindah TPS karena surat suara tidak mencukupi, tapi kenyataan nya setelah di periksa oleh warga yang geram, surat suara masih tersisa banyak yaitu 134 surat yang masih belum di gunakan.

Kejadian seperti ini terjadi di banyak tempat di Jakarta, yang aneh nya lagi sebagian besar mayoritas yang tidak dapat mencoblos adalah warga keturunan tionghoa. Mereka pun geram dengan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menyediakan surat suara yang tidak mencukupi.
“Seharusnya semua data-data sudah di ambil oleh pihak RT/RW setempat sebelum melakukan pencoblosan, bagaimana surat suara nya bisa berkurang? seharusnya kan sudah cocok”  Ucap Nita salah satu  warga yang tidak dapat mencoblos.

Pilkada kali ini memang mengandung banyak tanda tanya, pasalnya ada sebagian TPS yang menghitung hasil suara di dalam ruangan tertutup (tidak transparan) ada terdapat kardus bertulisan paslon no 3 Anies-Uno, dan masih banyak lagi kejanggalan yang ada di TPS.

Warga Tionghoa yang kesal dengan sikap TPS yang tidak Fair, merekam kejadian dimana (TPS) mereka tidak bisa memberikan hak suaranya. Warga Tionghoa, “Kami rakyat Indonesia, kami berhak memberikan hak-hak suara, kami tinggal di indonesia bukan orang Cina, hidup mati kami di Indonesia, ucap warga yang kesal karena tidak mendapat hak pilih selaku warga Jakarta.

Mendengar hal itu petugas TPS juga tidak bisa memberikan banyak komentar, di karena kan surat suara yang sudah habis tidak bisa di jadikan alasan lagi. Seperti nya banyak kecurangan di balik Pilkada 15 Febuari.
Mungkin semua ini juga sudah anda-anda ketahui, karena banyak foto dan video yang tersebar di media sosial, yang sudah bisa menyakinkan bahwa ini Pilkada 15 Febuari ini, memang lah banyak kecurangan.

Semoga semua ini bisa di selidiki oleh pihak kepolisian, untuk mengungkapkan adanya kecurangan pada TPS yang beralasan surat suara yang kurang dan habis.
daftar agen poker online
Facebook Comments