Panglima TNI : Ngaku Ulama Tapi Kerjaannya Mencaci Maki Berarti Itu Ulama Palsu!

Beritauntukanda – Ulama Tapi Kerjaannya Mencaci Maki Berarti Itu Ulama Palsu – Melihat banyaknya ulama di Indonesia sesungguhnya merupakan suatu hal yang baik bagi negeri ini, namun apa jadinya jika ada segelintir ulama yang kerjaannya mencaci maki bahkan mengadu domba anak bangsa?.

Melihat hal tersebut, akhirnya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo angkat bicara. Gatot mengatakan bahwa jika ada ulama yang suka menebar kebencian dan memprovokasi yang dapat memecah belah bangsa, maka ulama seperti itu tak patut diikuti.

manis77.com

Ulama Tapi Kerjaannya Mencaci Maki Berarti Itu Ulama Palsu

“Kalau ada yang mencoba pecah belah bangsa dan mencaci maki dengan berpakaian ulama, pasti bukan ulama. Oleh karenanya, jangan diikuti,” kata Gatot saat menghadiri buka puasa bersama di Islamic Center Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (18/6) kemarin.

Menurutnya, seseorang tidak bisa dinilai dari cara berpakaiannya saja, jika ada orang bersorban mengaku ulama akan tetapi sering memprovokasi dan menebar kebencian atau bahkan mengancam keutuhan Pancasila maka itu bukan ulama alias ulama palsu.

Baca juga: Panglima TNI: Prajurit Kami Siap Berjihad untuk NKRI

“Jadi, kalau ada orang bersorban mengaku ulama atau kiai, tetapi berbicaara soal memecah belah bangsa, bukan kiai dari Indonesia atau orang tersebut belajar Islam dari luar negeri. Kalau ada yang ingin pecah belah bangsa, apalagi ingin merusak Pancasila berarti ulama palsu,” Jelasnya.

“Dalam hadits disebutkan, seorang mukmin tidak boleh mencaci maki dan mengadu domba,” tutupnya.

agen judi online casino idrkasino.com
Facebook Comments