Pancasila Dilecehkan, Curhat Prajurit ke Panglima TNI: Kami HAUS PERANG!

Pancasila Dilecehkan, Curhat Prajurit ke Panglima TNI: Kami HAUS PERANG!
Pancasila Dilecehkan, Curhat Prajurit ke Panglima TNI: Kami HAUS PERANG!
Beritauntukanda – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memutuskan penghentian sementera atau moratorium kerja sama dengan angkatan bersenjata Australia atau Australian Defence Force (ADF). Latar belakang moratorium kerja sama itu karena TNI tak berkenan dengan sikap ADF yang melecehkan Pancasila.

Mendengar hal itu, Anggota Batalion Infanteri (Yonif) 700/Raider, Sersan Satu Darwis, mengaku haus berperang di depan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Darwis mengatakan ia dan rekan-rekannya berharap agar Panglima TNI segera memberi penugasan alias menjalankan sebuah operasi maupun misi. 

“Sudah hampir sepuluh tahun tidak pernah dikasih tugas. Kami jadi haus berperang,” kata bintara peleton ini saat sesi tanya-jawab seusai pengarahan dari Panglima TNI bersama Kapolri di Markas Yonif 700/Rider, Makassar, Sulawesi Selatan. 

Selama ini, Darwis mengatakan, memang tetap ada penugasan, tapi tidak menyeluruh. Hanya ada beberapa rekannya yang memperoleh misi mengikuti operasi pasukan perdamaian di luar negeri. Darwis menghendaki agar semua pasukan di batalionnya turut diutus menjalankan sebuah operasi.

Menanggapi permintaan anak buahnya itu, Panglima TNI mengaku adalah hal yang wajar bila prajurit ingin menjalankan tugas. Terlebih, para prajurit terus berlatih. Toh, pemilihan pasukan yang mengikuti operasi mesti dipertimbangkan secara matang. Pihaknya tentu memilih pasukan yang mempunyai banyak prestasi.

Panglima TNI mengaku memahami keinginan dan antusiasme anak buahnya. Ia akan mengusahakan memberikan penugasan kepada prajurit yang berada di bekas tempat kerjanya. Dirinya mengetahui bahwa pembinaan pada batalion ini juga amat bagus. 

Panglima mengakui saat ini hubungan Indonesia dengan Australia sedang menghangat, bila anak buahnya haus berperang, akan di pastikan Australia akan menjadi satu satu nya negara yang mendapat serangan dari Indonesia.

“TNI siap mati demi membela Pancasila, NKRI harga mati”, Ucap Panglima.
jagadpoker
Facebook Comments