HNW: Orang Islam Dilarang Memilih Calon Pemimpin Non Muslim

Berita Terkini – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan, memilih calon gubernur sesuai dengan agamanya adalah hak asasi manusia. Ia menilai, yang dilarang oleh agama adalah berbohong, fitnah, dan menyebarkan kebencian.

Orang Islam Dilarang Memilih Calon Pemimpin Non Muslim

Sebab, Islam memang tidak membolehkan berbohong, fitnah, dan menebarkan kebencian. Islam mengajarkan kebaikan. “Kalau seorang Muslim memilih calon yang seagama (muslim) bukanlah SARA dan tidak melanggar hukum, Namun sebaliknya jika memilih pemimpin yang non muslim maka itu sudah termasuk SARA” kata Hidayat, saat menerima ibu-ibu Majelis Taklim dari Jakarta Selatan, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Baca juga: Pesan Ahok dalam Rumah Tangga: Apapun Masalahnya Jangan Bercerai, kecuali …

Karena itu Hidayat mengajak ibu-ibu majelis taklim untuk memaksimalkan potensi dalam memperjuangkan Islam. Apalagi, negara telah memberi ruang untuk itu. ”Mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim. Ruang itu patut untuk dimaksimalkan,” ujarnya.

Hidayat juga berbicara soal perlindungan anak kepada ibu-ibu tersebut. Ia mengatakan, negara (dalam hal ini presiden dan jajarannya) yang seharusnya memberi perlindungan anak. Tugas DPR adalah dalam bidang pengawasan dan legislasi.

Namun, DPR bisa mempertanyakan kinerja kementerian terhadap perlindungan anak. “Kita juga usulkan UU tentang perlindungan anak. Perppu yang ada sekarang masih setengah-setengah dan tidak komprehensif. Kita usulkan perubahan UU tentang perlindungan anak,” jelas Hidayat.

Mengenai usulan presiden haruslah orang Indonesia asli, Hidayat mengakui sejak dulu memang sudah ada masalah dengan pasal itu. Bahkan, ketika UUD belum disahkan dalam pasal tersebut, presiden disebut adalah orang Indonesia asli dan Muslim.

Namun ketika UUD disahkan kata ‘Muslim’ hilang, dan tidak diketahui bagaimana kata ‘Muslim’ itu bisa hilang. “Pada periode saya dan Pak Amien Rais (sebagai Ketua MPR), syarat presiden adalah warga negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak menerima kewarganegaraan lain,” ujarnya.

Baca juga: Pengamat Sebut Belum Ada Lawan Sebanding untuk Jokowi di Pilpres 2019

Meski demikian, Hidayat tidak merisaukan adanya usulan untuk memasukkan syarat orang Indonesia asli. ”Polemik itu tidak perlu kita tonjolkan. Yang penting kita fokus dengan keislaman kita dan menghadirkan kader (partai) yang unggul,” ucapnya.

Facebook Comments