OMG! Baru 2 Tahun, Bocah Asal Sukabumi Ini Merokok Dua Bungkus Sehari

Berita Untuk Anda – Seorang bocah berusia 2 tahun asal Sukabumi, Jawa Barat, baru-baru ini jadi viral karena kecanduan merokok. Bagaimana tidak, di usianya yang masih belia, bocah itu sudah merokok dua bungkus sehari.

Dilansir Wow Menariknya dari Coconuts Jakarta, bocah yang diketahui berinisial RAP itu dilaporkan sudah kecanduan merokok selama satu setengah bulan yang lalu. Menurut ibunya, Maryati, dia mulai suka merokok karena suka mengambil puntung yang dibuang di lantai.

“Ini dimulai dari mengambil puntung rokok dan sekarang dia merokok,” kata Maryati kepada media lokal Sukabumi Update.

Maryati dan suaminya, Misbahudin mengaku kesulitan melarang anaknya untuk berhenti merokok. Sebab dia akan mengamuk sebelum diberikan satu batang rokok. Bocah itu bahkan tidak bisa tidur jika tidak merokok dulu.

Kadang suka minta rokok dari orang lain.

Misbahudin yang juga seorang merokok, merasa terkejut ketika anaknya bisa merokok seperti perokok profesional. Dia mengatakan kalau anaknya akan meminta rokok dari orang lain jika ia tidak diberikan rokok oleh orang tuanya.

“Saya bahkan tidak sering merokok. Saya merokok hanya di tempat kerja. Ketika dia (RAP) merokok, harus ditemani secangkir mochaccino,” kata Misbahudin.

Baca juga : Viral, Video Pria Banting Anak Kecil di Dalam Kereta, Bikin Ngilu

Pihak orang tua mengatakan kalau mereka akan membawa anaknya ke panti rehabilitasi untuk mengobati kecanduan merokoknya.

Sementara itu, belum ada laporan lebih lanjut tentang intervensi pemerintah dalam rehabilitasi RAP. Selain itu, belum diketahui apakah orang tua RAP bersalah atau tidak terkait kelalaiannya dalam mendidik anak.

Indonesia dikenal memiliki tingkat merokok tertinggi di dunia. Dilihat dari data statistik pemerintah, hampir sepertiga penduduk Indonesia adalah perokok aktif, termasuk anak-anak banyak juga yang merokok.

Pada tahun 2010 lalu, mungkin masih ingat dengan berita Aldi Rizal, seorang bocah 2 tahun yang merokok 40 batang sehari. Pemberitaan ini sempat mendapat kecaman dari organisasi internasional karena sudah membiarkan anak-anak di bawah umur melakukan hal berbahaya.

Meskipun sudah ada peraturan Undang-Undang terkait larangan merokok bagi yang masih di bawah umur, tercatat jumlah perokok di bawah umur 18 tahun di Indonesia meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dari 7,2% pada tahun 2014, meningkat jadi 8,8% pada tahun 2015.

Peran dan pengawasan orang tua terhadap anaknya sangat penting. Orang tua dituntut mampu mendidik anaknya agar tidak melakukan hal berbahaya seperti merokok.

Situs Judi Casino Online Terbaik
Facebook Comments