FPI Sejalan Dengan Pancasila, Faktanya?

FPI Sejalan Dengan Pancasila, Faktanya?
Beritauntukanda – Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq resmi di tetapkan sebagai tersangka penghinaan simbol negara (Pancasila) dan juga pencemaran nama baik terhadap Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Sebelumnya Habib pernah memaparkan bahwasannya FPI adalah ormas yang sejalan dengan Pancasila. Namun fakta yang terdapat di lapangan semuanya berbeda.
Dalam kasusnya FPI kerap kali di tuding sebagai ormas yang anti Pancasila, sering melakukan aksi arnakis dan radikal, Jadi muncul pertanyaan apakah FPI memang sejalan dengan Pancasila?
Presiden Jokowi mengatakan bahwa dalam revolusinya ini akan menanamkan Pancasila sebagai ideologi negara dan akan di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika ada pihak yang bertentangan maka di anggap mengancam kedaulatan dan ideologi bangsa.
Dengan itu Presiden Jokowi mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya TNI untuk ikut serta dalam menjaga kedaulatan bangsa Indonesia. Namun pada prakteknya, FPI salah satu ormas besar yang ada di Indonesia kerap melakukan tindakan tidakan arnakis yang meresahkan bangsa negara Indonesia.
Sebelumnya pemimpin FPI Habib Rizieq pada awal juni 2016 lalu dalam sebuah Pertemuan Nasional mengatakan bahwa FPI tidak anti Pancasila, dan Pancasila tidak bertentangan dengan rukun Agama Islam dimana di dalam pasal 29 ayat 2 menyebutkan bahwa Negara menjamin kebebasan setiap warga negara melaksanakan ajaran agamanya sesuai dengan keyakinan masing-masing dan hal ini sejalan dengan hukum Islam dan harus di asuh oleh umat islam. 
Maksud di asuh adalah umat Islam selaku penduduk mayoritas negara Indonesia harus mampu menjaga keutuhan Pancasila, dengan demikian baru bisa melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa ini.
Namun pada hakekatnya, Habib malah tersandung kasus penistaan agama dimana dalam sebuah caramah yang di lakukan mengatakan bahwa “Tuhan itu tidak beranak, bila beranak bidannya siapa?” dalam ceramah tersebut terdapat intonasi menyindir kerukunan antar umat beragama dan disertai gelak tawa oleh sejumlah jemaah yang turut hadir dalam ceramah tersebut. 
Sebagai contoh lainnya, Habib juga mengatakan bahwasannya Pancasila Soekarno Ketuhanannya berada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanannya berada di kepala. Dari ucapannya tersebut Habib di laporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri dan di jerat dengan Pasal 320 KUHP tentang pencemaran nama baik dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.
jagadpoker
Facebook Comments