Dianggap Melenceng dari Islam, Gus Nuril Minta Pemerintah Tangkap Habib Rizieq dan Bubarkan FPI

Dianggap Melenceng dari Islam, Gus Nuril Minta Pemerintah Tangkap Habib Rizieq dan Bubarkan FPI
KH Nuril Arifin Husein (Gus Nuril) dan Pemimpin FPI, Rizieq Shihab
Beritauntukanda – Permasalahan tidak akan pernah selesai jika tidak ada yang berani bertindak untuk menyelesaikannya. Sama hal nya dengan kasus yang sedang hebohnya dimana Front Pembela Islam (FPI) kerap membuat  aksi  provokasi dan berujung demokrasi.
Islam yang kita ketahui adalah Agama yang cinta damai, namun karena ulah kepentingan sebagian orang yang mengatasnamakan agama (Islam) menjadi tercoreng, pasalnya mereka yang melakukan aksi demo dan provokatif sudah melenceng dari agama yang di ajarkan dalam Islam.
KH Nuril Arifin Husein alias Gus Nuril selaku Pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal Semarang meminta pemerintah untuk bertindak tegas menangkap Rizieq Shihab dan segera membubarkan Front Pembela Islam (FPI) yang di anggap melenceng dari agama Islam.
“Saya sudah lama minta agar FPI dibubarkan saja, karena organisasi yang katanya membela Islam itu telah banyak melenceng dari ajaran Islam dan sering melanggar hukum dengan main hakim sendiri dan memaksakan kehendak,” tegas Gus Nuril, kepada pers di ponpesnya kawasan Sendangguwo, Semarang, Kamis 24 November 2016.
Menurut mantan Panglima Pasukan Berani Mati pembela Gus Dur itu, FPI dan Rizieq Shihab dalam aksi menggoyang Ahok terlihat sangat aktif dan menjadi motor dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI.
“Mereka jelas punya agenda lain selain meminta Ahok dihukum. Ahok sudah tersangka sekarang mendesak-desak untuk ditahan. Bahkan mendatangi pimpinan DPR untuk dibentuk Pansus mengusut Presiden Jokowi. Ini jelas ada agenda untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah,” beber Gus Nuril.
Persoalannya sekarang, menurut Gus Nuril, berani tidak pemerintah membubarkan organisasi ini.
“Kalau ada laporan intelijen mengatakan ada pihak-pihak yang mencoba makar, kan sekarang sudah kelihatan orang-orangnya? Jadi, berani atau tidak. Kalau berani, selesai kok persoalannya. Tapi kalau tidak, ya persoalannya tak akan pernah selesai,” imbuhnya.
Gus Nuril mengingatkan, kasus Ahok hanya sasaran antara untuk menjatuhkan pemerintahan. Sasaran akhirnya adalah menghancurkan Indonesia.
“Kasus Ahok sekaligus seperti menyadarkan kita bahwa kita harus menjaga betul kebhinnekaan kita. Jangan sampai kita terkoyak dan tercerai-berai oleh kepentingan asing yang memanfaatkan Pilkada DKI,” tutupnya.
agen judi online casino idrkasino.com
Facebook Comments